Thursday, 28 September 2023

TADABBUR SURAT NUH

Mengenal Surat Nuh

Makkiyyah, 28 atau 29 ayat Turun sesudah Surat An-Nahl  sebelum surat Atthur

  Tadabbur Surat Nuh

إِنَّآ أَرْسَلْنَا نُوحًا إِلَىٰ قَوْمِهِۦٓ أَنْ أَنذِرْ قَوْمَكَ مِن قَبْلِ أَن يَأْتِيَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ

1. Sesungguhnya Kami telah mengutus Nuh kepada kaumnya (dengan memerintahkan): “Berilah kaummu peringatan sebelum datang kepadanya azab yang pedih”,

قَالَ يَٰقَوْمِ إِنِّى لَكُمْ نَذِيرٌ مُّبِينٌ

2. Nuh berkata: “Hai kaumku, sesungguhnya aku adalah pemberi peringatan yang menjelaskan kepada kamu,

أَنِ ٱعْبُدُوا۟ ٱللَّهَ وَٱتَّقُوهُ وَأَطِيعُونِ

3. (yaitu) sembahlah olehmu Allah, bertakwalah kepada-Nya dan taatlah kepadaku,

Tafsir Ayat 1-3

1. Nabi Nuh datang sekitar 1000 tahun setelah wafatnya nabi Adam AS. Beliau hidup setelah masa Nabi Idris AS.

2. Nabi Nuh as terlahir dan hidup di tengah-tengah kaum yang menyekutukan Allah swt.

Mereka menyembah berhala. Sungguh mereka dalam kesesatan yang nyata.

3. Ada riwayat yang mengatakan bahwa sejak Nabi Adam AS hingga sebelum zaman Nabi Nuh ‘alaihissalam, manusia hanya menyembah Allah SWT dan tidak ada yang menyekutukan-Nya. Namun perbuatan syirik muncul pertama kali pada zaman Nabi Nuh alaihissalam.

4. Allah mengutusnya dan mengangkatnya menjadi rasul. Allah memerintahkan Nuh untuk mengajak kaum untuk beriman dan hanya menyembah Allah semata dan memberi peringatakan kepada kaumnya akan ancaman azab yang pedih jika mereka enggan.

5. Nabi Nuh memanggil kaumnya dengan redaksi “kaumku”. Dengan redaksi demikian, menunjukkan bahwa Nuh semakin mempertegas dia adalah bagian dari kaumnya yang mencintai mereka dan peduli akan nasib mereka. Tentu, seseorang hanya menginginkan kebaikan untuk kaumnya sendiri. Harapannya, dengan panggilan “kaumku” kaumnya akan lebih mempercayai Nabi Nuh sebagai nabi dan menyambut dakwahnya dan beriman kepada Allah.


يَغْفِرْ لَكُم مِّن ذُنُوبِكُمْ وَيُؤَخِّرْكُمْ إِلَىٰٓ أَجَلٍ مُّسَمًّى ۚ إِنَّ أَجَلَ ٱللَّهِ إِذَا جَآءَ لَا يُؤَخَّرُ ۖ لَوْ كُنتُمْ تَعْلَمُونَ

4. niscaya Allah akan mengampuni sebagian dosa-dosamu dan menangguhkan kamu sampai kepada waktu yang ditentukan. Sesungguhnya ketetapan Allah apabila telah datang tidak dapat ditangguhkan, kalau kamu mengetahui”.

Tafsir Ayat ke-5

1. Di ayat ini Nuh menggunakan uslub motifasi. Bahwa “jika kalian bertaubat dari kekufuran kalian dan beriman serta menyembah Allah swt semata, maka Dia akan mengampuni dosa syirik kalian. Allah akan panjangkan usia kalian dan Allah akan selamatkan kalian dari azabNya”. Iman yang lurus dan hidup ketaatan itu memanjangkan usia dan mendatangkan keberkahan dalam hidup. Senada dengan hadits yang mengatakan bahwa bersilaturahim akan memanjangkan usia seseorang.

Namun, meskipun begitu kalian tetap akan menemui ajal kalian. Tidak satupun manusia bisa melewati waktu ajal yang sudah Allah tentukan.

قَالَ رَبِّ إِنِّى دَعَوْتُ قَوْمِى لَيْلًا وَنَهَارًا

5. Nuh berkata: “Ya Tuhanku sesungguhnya aku telah menyeru kaumku malam dan siang,

فَلَمْ يَزِدْهُمْ دُعَآءِىٓ إِلَّا فِرَارًا

6. maka seruanku itu hanyalah menambah mereka lari (dari kebenaran).

وَإِنِّى كُلَّمَا دَعَوْتُهُمْ لِتَغْفِرَ لَهُمْ جَعَلُوٓا۟ أَصَٰبِعَهُمْ فِىٓ ءَاذَانِهِمْ وَٱسْتَغْشَوْا۟ ثِيَابَهُمْ وَأَصَرُّوا۟ وَٱسْتَكْبَرُوا۟ ٱسْتِكْبَارًا

7. Dan sesungguhnya setiap kali aku menyeru mereka (kepada iman) agar Engkau mengampuni mereka, mereka memasukkan anak jari mereka ke dalam telinganya dan menutupkan bajunya (kemukanya) dan mereka tetap (mengingkari) dan menyombongkan diri dengan sangat.

ثُمَّ إِنِّى دَعَوْتُهُمْ جِهَارًا

8. Kemudian sesungguhnya aku telah menyeru mereka (kepada iman) dengan cara terang-terangan,

ثُمَّ إِنِّىٓ أَعْلَنتُ لَهُمْ وَأَسْرَرْتُ لَهُمْ إِسْرَارًا

9. kemudian sesungguhnya aku (menyeru) mereka (lagi) dengan terang-terangan dan dengan diam-diam,

 

Tafsir ayat 5-9

5 ayat ini menjelaskan betapa nabi Nuh as benar-benar menunaikan tugasnya sebagai rasul dengan penuh kesabaran. Beliau bekerja keras dalam berdakwah. Menyeru kaumnya kepada iman. Siang dan malam. Dengan berbagai cara, baik dengan terang-terangan dan secara sembunyi-sembunyi.

Namun apakah kaumnya menyambut dakwah? Tidak. Bahkan mereka semakin membencinya dan semakin menjauhinya. Setiap kali Nuh menyeru, mereka menutup telinga dan wajah mereka. Mereka enggan mendengarkannya dan melihat wajahnya.

Jadi tidak banyak yang beriman kepada beliau. Bahkan istri dan anaknya Kan’an menolak dakwah beliau. Diriwayatkan bahwa hanya 80 orang saja yang beriman kepada beliau.

Bebrapa riwayat tentang manusia yang selamat dari banjir besar yang menimpa kaum nabi Nuh as:

وقال ابن كثير في البداية والنهاية: قد قيل: إن نوحًا -عليه السلام- لم يولد له هؤلاء الثلاثة الأولاد: (سام، وحام، ويافث) إلا بعد الطوفان، وإنما ولد له قبل السفينة كنعان الذي غرق، وعابر مات قبل الطوفان. والصحيح أن أولاده الثلاثة كانوا معه في السفينة هم ونساؤهم، وأمهم، وهو نص التوراة. اهـ.

وكفر امرأة نوح المنصوص عليه في القرآن لا يخفى على أمثال هؤلاء! فلعلهم يقصدون أن نوحًا -عليه السلام- كانت له زوجة أخرى مسلمة؛ فقد ذكر بعضهم في سياق واحد هلاك امرأته، وأنه كان معه امرأته في السفينة، كما قال البغوي في تفسيره: {إلا من سبق عليه القول} بالهلاك، يعني امرأته واعلة، وابنه كنعان، {ومن آمن}، يعني: واحمل من آمن بك ... قال قتادة، وابن جريج، ومحمد بن كعب القرظي: لم يكن في السفينة إلا ثمانية، نوح، وامرأته، وثلاثة بنين له، ونساؤهم". اهـ.

وقد نص بعض المفسرين على أنه كان لنوح امرأة مسلمة، قال البيضاوي في أنوار التنزيل: {إِلَّا مَنْ سَبَقَ عَلَيْهِ الْقَوْلُ} بأنه من المغرقين، يريد ابنه كنعان، وأمه واعلة، فإنهما كانا كافرين. {وَمَنْ آمَنَ} والمؤمنين من غيرهم. {وَما آمَنَ مَعَهُ إِلَّا قَلِيلٌ} قيل: كانوا تسعة وسبعين: زوجته المسلمة، وبنوه الثلاثة: سام، وحام، ويافث، ونساؤهم، واثنان وسبعون رجلًا وامرأة من غيرهم. اهـ. وكذا قال ابن عجيبة في البحر المديد.

وقال الخطيب الشربيني في السراج المنير: {إلا من سبق عليه القول} بأنه من المغرقين، وهو: ابنه كنعان، وأمّه واعلة، وكانا كافرين، حكم الله تعالى عليهما بالهلاك، بخلاف سام، وحام، ويافث، وزوجاتهم ثلاثة، وزوجته المسلمة. اهـ.

 

فَقُلْتُ ٱسْتَغْفِرُوا۟ رَبَّكُمْ إِنَّهُۥ كَانَ غَفَّارًا

10. maka aku katakan kepada mereka: ‘Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, -sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun-,

يُرْسِلِ ٱلسَّمَآءَ عَلَيْكُم مِّدْرَارًا

 11. niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat,

وَيُمْدِدْكُم بِأَمْوَٰلٍ وَبَنِينَ وَيَجْعَل لَّكُمْ جَنَّٰتٍ وَيَجْعَل لَّكُمْ أَنْهَٰرًا

12. dan membanyakkan harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai.

Tafsir ayat 10-12

1. Nabi mengajak kaumnya untuk bertaubat. “mitalah ampun (beristighfarlah) kepada Allah niscaya Allah akan memberikan keberkahan dalam hidup kalian dengan diberikan rezki yang luas, hujan yang lebat, harta dan anak yang banyak, kebun-kebun yang luas dan sungai yang mengalir.

2. Disini Nuh as lagi-lagi menggunakan uslub targhib (motifasi), bahwa taubat dan kembali kepada Allah berbuah kebaikan, bukan hanya di akhirat, tapi juga ada balasan kebaikan di dunia.

3. Istighfar memiliki fadilah yang sangat banyak, diantaranya:


مَّا لَكُمْ لَا تَرْجُونَ لِلَّهِ وَقَارًا

13. Mengapa kamu tidak percaya akan kebesaran Allah?

وَقَدْ خَلَقَكُمْ أَطْوَارًا

14. Padahal Dia sesungguhnya telah menciptakan kamu dalam beberapa tahapan kejadian.

أَلَمْ تَرَوْا۟ كَيْفَ خَلَقَ ٱللَّهُ سَبْعَ سَمَٰوَٰتٍ طِبَاقًا

15. Tidakkah kamu perhatikan bagaimana Allah telah menciptakan tujuh langit bertingkat-tingkat?

وَجَعَلَ ٱلْقَمَرَ فِيهِنَّ نُورًا وَجَعَلَ ٱلشَّمْسَ سِرَاجًا

16. Dan Allah menciptakan padanya bulan sebagai cahaya dan menjadikan matahari sebagai pelita?

وَٱللَّهُ أَنۢبَتَكُم مِّنَ ٱلْأَرْضِ نَبَاتًا

17. Dan Allah menumbuhkan kamu dari tanah dengan sebaik-baiknya,

ثُمَّ يُعِيدُكُمْ فِيهَا وَيُخْرِجُكُمْ إِخْرَاجًا

18. kemudian Dia mengembalikan kamu ke dalam tanah dan mengeluarkan kamu (daripadanya pada hari kiamat) dengan sebenar-benarnya.

وَٱللَّهُ جَعَلَ لَكُمُ ٱلْأَرْضَ بِسَاطًا

19. Dan Allah menjadikan bumi untukmu sebagai hamparan,

لِّتَسْلُكُوا۟ مِنْهَا سُبُلًا فِجَاجًا

20. supaya kamu menjalani jalan-jalan yang luas di bumi itu”.


Tafsir ayat 13-20

Pada ayat 13-20 ini, Nuh mengingatkan kaumnya akan kebesaran dan keMaha Kuasaan Allah SWT. Allah mengingatkan bagaimana manusia diciptakan, penciptaan langin; penciptaan bulan yang bercahaya dan bulan yang bersinar; bahwa manusia diciptakan dari bumi; lalu nanti akan dikembalikan ke bumi dan akan dikeluarkan dari perut bumi dan dibangkitkan di hari kiamat kelak; lalu juga Nuh mengingatkan mengingatkan bahwa Allah telah menciptakan bumi terhampar; supaya manusia bisa menjelajahi bumi ini.

Nabi Nuh as mengingatkan ini semua kepada kaumnya, bahwa betapa Allah Maha Besar, Maha pencipta, KaruniaNya sangat tidak terhitung. Nuh As berharap dengan menyampaikan ini, kaumnya akan sadar dan kembali kepada Allah dan meninggalkan sesembahan mereka.

Namun apa yang terjadi? Kita lihat pada ayat berikutnya.


قَالَ نُوحٌ رَّبِّ إِنَّهُمْ عَصَوْنِى وَٱتَّبَعُوا۟ مَن لَّمْ يَزِدْهُ مَالُهُۥ وَوَلَدُهُۥٓ إِلَّا خَسَارًا

 21. Nuh berkata: “Ya Tuhanku, sesungguhnya mereka telah mendurhakaiku dan telah mengikuti orang-orang yang harta dan anak-anaknya tidak menambah kepadanya melainkan kerugian belaka,

وَمَكَرُوا۟ مَكْرًا كُبَّارًا

22. dan melakukan tipu-daya yang amat besar”.

وَقَالُوا۟ لَا تَذَرُنَّ ءَالِهَتَكُمْ وَلَا تَذَرُنَّ وَدًّا وَلَا سُوَاعًا وَلَا يَغُوثَ وَيَعُوقَ وَنَسْرًا

23. Dan mereka berkata: “Jangan sekali-kali kamu meninggalkan (penyembahan) tuhan-tuhan kamu dan jangan pula sekali-kali kamu meninggalkan (penyembahan) wadd, dan jangan pula suwwa’, yaghuts, ya’uq dan nasr”.

Ini adalah nama berhala-berhala sesembahan mereka selain Allah. Imam Bukhari mengatakan, telah menceritakan kepada kami Ibrahim, telah menceritakan kepada kami Hisyam, dari ibnu Juraij dan Ata, dari Ibnu Abbas, bahwa berhala-berhala yang ada pada kaum Nuh itu kemudian menjadi sembahan orang-orang Arab di kemudian harinya. Wadd sembahan Bani Kalb yang terletak di Daumatul Jandal, suwa’ sembahan Huzail, yagus sembahan Murad, kemudian Bani Gatif di Al-Jirf di negeri Saba, sedangkan ya’uq adalah berhala sembahan Hamdan, dan nasr sembahan Himyar dan keluarga Zul Kala’. 

Pada mulanya nama-nama tersebut merupakan nama orang-orang saleh dari kalangan kaum Nabi Nuh a.s. Ketika mereka meninggal dunia, setan membisikkan kepada kaum mereka, “Buatkanlah tugu-tugu pada bekas tempat-tempat duduk mereka berupa patung-patung, lalu namailah dengan nama-nama mereka.” Maka mereka melakukannya, dan pada mulanya tidak disembah. Tetapi lama-kelamaan setelah ilmu diangkat dari mereka, maka mulailah patung-patung itu disembah dan dipuja. Hal yang sama telah diriwayatkan dari Ikrimah, Ad-Dahhak, Qatadah, dan Ibnu Ishaq.

وَقَدْ أَضَلُّوا۟ كَثِيرًا ۖ وَلَا تَزِدِ ٱلظَّٰلِمِينَ إِلَّا ضَلَٰلًا

24. Dan sesudahnya mereka menyesatkan kebanyakan (manusia); dan janganlah Engkau tambahkan bagi orang-orang yang zalim itu selain kesesatan.

Mujahid mengatakan bahwa kubbar artinya amat besar, menurut Ibnu Zaid artinya besar. Orang-orang Arab mengatakan amrun ‘ajibun, ujaban, dan ‘ujjabun (perkara yang mengagumkan). Dikatakan pula rajulun husanun dan hussanun (lelaki yang tampan), atau jumalun dan jummalun, mempunyai makna yang sama.


مِّمَّا خَطِيٓـَٰٔتِهِمْ أُغْرِقُوا۟ فَأُدْخِلُوا۟ نَارًا فَلَمْ يَجِدُوا۟ لَهُم مِّن دُونِ ٱللَّهِ أَنصَارًا

25. Disebabkan kesalahan-kesalahan mereka, mereka ditenggelamkan lalu dimasukkan ke neraka, maka mereka tidak mendapat penolong-penolong bagi mereka selain dari Allah.

وَقَالَ نُوحٌ رَّبِّ لَا تَذَرْ عَلَى ٱلْأَرْضِ مِنَ ٱلْكَٰفِرِينَ دَيَّارًا

26. Nuh berkata: “Ya Tuhanku, janganlah Engkau biarkan seorangpun di antara orang-orang kafir itu tinggal di atas bumi.

إِنَّكَ إِن تَذَرْهُمْ يُضِلُّوا۟ عِبَادَكَ وَلَا يَلِدُوٓا۟ إِلَّا فَاجِرًا كَفَّارًا

27. Sesungguhnya jika Engkau biarkan mereka tinggal, niscaya mereka akan menyesatkan hamba-hamba-Mu, dan mereka tidak akan melahirkan selain anak yang berbuat maksiat lagi sangat kafir.

رَّبِّ ٱغْفِرْ لِى وَلِوَٰلِدَىَّ وَلِمَن دَخَلَ بَيْتِىَ مُؤْمِنًا وَلِلْمُؤْمِنِينَ وَٱلْمُؤْمِنَٰتِ وَلَا تَزِدِ ٱلظَّٰلِمِينَ إِلَّا تَبَارًۢا

28. Ya Tuhanku! Ampunilah aku, ibu bapakku, orang yang masuk ke rumahku dengan beriman dan semua orang yang beriman laki-laki dan perempuan. Dan janganlah Engkau tambahkan bagi orang-orang yang zalim itu selain kebinasaan”.


{رَبِّ اغْفِرْ لِي وَلِوَالِدَيَّ وَلِمَنْ دَخَلَ بَيْتِيَ مُؤْمِنًا}

Ya Tuhanku! Ampunilah aku, ibu bapakku, orang yang masuk ke rumahku dengan beriman. (Nuh: 28)

Ibu bapaknya termasuk yang beriman kepada Nabi Nuh AS.

Menurut Ad-Dahhak, yang dimaksud dengan rumahku ialah masjidku. Akan tetapi, tidak mengapa jika ayat ditakwilkan sesuai dengan makna lahiriahnya. Yaitu bahwa dia mendoakan bagi setiap orang yang masuk ke dalam rumahnya dalam keadaan beriman.

Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Abu Abdur Rahman, telah menceritakan kepada kami Haiwah, telah menceritakan kepada kami Salim ibnu Gailan, bahwa Al-Walid ibnu Qais At-Tajibi pernah menceritakan kepadanya bahwa ia pernah mendengar Abu Sa’id Al-Khudri atau dari Abul Haisam, dari Abu Sa’id, bahwa Abu Sa’id pernah mendengar Rasulullah Saw. bersabda: Janganlah kamu berteman kecuali dengan orang mukmin, dan janganlah makan makananmu kecuali orang yang bertakwa.

Imam Abu Daud dan, Imam Turmuzi meriwayatkan hadis ini melalui Abdullah ibnul Mubarak, dari Haiwah ibnu Syuraih dengan sanad yang sama. Kemudian Imam Turmuzi mengatakan bahwa sesungguhnya kami mengenal hadis ini hanya melalui jalur ini saja.

*******************

Firman Allah Swt.:

{وَلِلْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ}

dan semua orang yang beriman laki-laki dan perempuan. (Nuh: 28)

Ini merupakan doa untuk segenap orang-orang mukmin laki-laki dan perempuan, yang hal ini mencakup orang yang masih hidup dari kalangan mereka dan juga orang yang sudah mati. Karena itulah maka disunatkan membaca doa seperti ini karena mengikut kepada jejak Nabi Nuh a.s. dan mengamalkan apa yang disebutkan di dalam asar-asar dan doa-doa yang terkenal lagi dianjurkan oleh syariat.

Firman Allah Swt.:

{وَلا تَزِدِ الظَّالِمِينَ إِلا تَبَارًا}

Dan janganlah Engkau tambahkan bagi orang-orang yang zalim itu selain kebinasaan. (Nuh: 28)

As-Saddi mengatakan bahwa makna tabaran ialah kebinasaan. Sedangkan menurut Mujahid, artinya kerugian, yakni di dunia dan akhirat.

Pelajaran dari surat Nuh AS

1. Kesabaran dan kerja keras nabi Nuh dalam berdakwah. Allah mengangkat derajat nabi Nuh atas dakwahnya.

Mungkin inilah keberkahan itu. Bahwa keberkahan usia manusia tidaklah semata dilihat dari panjangnya usia. Tidak juga diukur dengan standar manusia. Tak banyak yang memuji Nabi Nuh. Bahkan kebanyakan dari kaumnya mendurhakai dan mendustakannya. Karena itulah, tak heran bila Allah menyematkan penghargaan khusus kepadanya. Sebagai salah satu orang pilihan-Nya. Sebagai salah satu dari lima nabi-Nya yang diberi gelar ulul ’azmi minarrusul.

2. Berdakwah dengan hikmah dan mengedepankan rasionalitas bukan doktrin. Beragam uslub dakwah: targhib, ancaman dan mengingatkan akan kebesaran Allah SWT

3. Anjuran untuk banyak bertaubat dan beristighfar dan fadilah istighfar

4. Tentang kebesaran dan keagungan Allah

5. Tentang sikap kaum nabi Nuh as yang menantang dakwah beliau

6. Nasib kaum nabi yang mendustakannya, yaitu kebinasaan (ditenggelamkan) sementara kaumnya yang beriman diselamatkan bersama nabi Nuh As

7. Doa nabi Nuh untuk kebinasaan kaumnya yang menyekutukan Allah

8. Kisah dakwah nabi Nuh ini menjadi penguat dan penghibur bagi nabi Muhammad swt dalam perjuangan dakwahnya. Allah mengatakan dalam surat Ali Imran 

{ فإن كذبوك فقد كذب رسل من قبلك جاءوا بالبينات والزبر والكتاب المنير }

Jika engkau disakiti dihalangan2i dakwahmu maka sesungguhnya nabi2 sebelum juga mengalami hal yg sama bahkan jauh lebih buruk kondisinya drpda yang engkau hadapi

#Ini juga menjadi penghibur dan penguat bagi para sahabat Rasulullah SAW.

#Dan tentu saja ini juga menjadi motifasi bagi kita manusia akhir zaman dalam menapaki jalan dakwah ini. Bahwa halangan dan rintangan yang kita hadapi dalam berdakwah hari ini belum seberapa jika dibandingkan dengan yang dihadapi oleh nabiyullah Nuh AS dulu. Maka melalui kita ini kita termotifasi untuk terus melangkah menapaki jalan dakwah ini, dengan ikhlas mengharap ridho dan pertolongan dari Allah. Tidak peduli apapun hasil dari dakwah kita. Karena tugas kita memang hanya bekerja dan berjuang, sementara hasilnya semata-mata ketentuan dari Allah SWT.

 

 

Thursday, 29 June 2023

Perkenalan (Atta'aruf) Dalam Bahasa Arab التعارف

 التَّعَارُف

PERKENALAN
الحِوَار الأَوّل  : Percakapan Pertama

العربية
Indonesia
أ   : مَا اسْمُكَ؟

ب : اسْمِي عبد الله

أ   : مِنْ أَيْنَ انْتَ؟

ب : أنا مِنْ إِنْدُونِيسِيَا

أ   : أيْنَ تَسْكُنُ؟

ب : أسكُن فِي قَطَر

أ   : مَاذَا تَعْمَلُ؟

ب : أنا مُهَنْدِسٌ

أ   : أَيْن تَعْمَلُ؟

ب : أَعْمَلُ في شَرِكَة قطر لِلْبِتْرُول

أ   : مَاذَا تَعْمَلُ؟

ب : أنا طَالِبٌ

أ   : أين تَدْرُسُ؟

ب :  أَدْرُسُ فِي مَدْرَسَة قطرَ الدَّوْلِيَّةِ

PENTINGNYA LAPANG DADA

Oleh: K.H. Aunur Rafiq Saleh Tamhid, Lc.

أَلَمْ نَشْرَحْ لَكَ صَدْرَكَ
وَوَضَعْنَا عَنكَ وِزْرَكَ

“Bukankah Kami telah melapangkan dadamu (Muhammad)? Dan Kami pun telah menurunkan bebanmu darimu”. (asy-Syarh: 1-2)

• Semua kemudahan berawal dari lapang dada. Ketika meringankan beban Nabi saw, Allah memulainya dengan melapangkan dadanya.

• Ketika mendapat tugas berat menemui Fir’aun, Nabi Musa as meminta terlebih dahulu agar dadanya dilapangkan.

اذْهَبْ إِلَىٰ فِرْعَوْنَ إِنَّهُ طَغَىٰ
قَالَ رَبِّ اشْرَحْ لِي صَدْرِي
وَيَسِّرْ لِي أَمْرِي

“Pergilah kepada Fir’aun, dia benar-benar telah melampaui batas. Dia (Musa) berkata, “Ya Tuhanku, lapangkanlah dadaku dan mudahkanlah untukku urusanku”. (Thaha: 24-26)

• Berat dan ringannya sesuatu tergantung lapang dan sempitnya dada.  Bila dadamu lapang, insya Allah semua urusan menjadi gampang. Kerumitan terjadi, bila dada mulai sempit.

• Lapangkan dada dengan istighfar, taubat, ikhlas, dzikrullah, tawakal dan semua ketaatan  lainnya. Juga dengan membuang sombong, dengki, dendam kesumat dan penyakit-penyakit hati lainnya.

• Ikhlas membuat  dada menjadi lapang. Orang ikhlas pasti lapang dadanya sehingga mudah melaksanakan berbagai ketaatan dan kebaikan, baik yang memberikan keuntungan pribadi di dunia atau pun tidak. Karena dia hanya berharap balasan dari Allah.

إِنْ أَجْرِيَ إِلَّا عَلَى اللَّهِ ۖ وَأُمِرْتُ أَنْ أَكُونَ مِنَ الْمُسْلِمِينَ

“.. Imbalanku tidak lain hanyalah dari Allah; dan aku diperintah agar aku termasuk golongan orang -orang Muslim (berserah diri)”.(Yunus: 72)

• Sombong membuat dada menjadi sempit. Orang sombong membusungkan dada, karena dadanya sempit. Di dalam dada orang sombong ada barrier yang menyempitkan dadanya sehingga tidak mudah mengakui dan mengikuti kebenaran:

وَإِن يَرَوْا كُلَّ آيَةٍ لَّا يُؤْمِنُوا بِهَا وَإِن يَرَوْا سَبِيلَ الرُّشْدِ لَا يَتَّخِذُوهُ سَبِيلًا وَإِن يَرَوْا سَبِيلَ الْغَيِّ يَتَّخِذُوهُ سَبِيلًا ۚ ذَٰلِكَ بِأَنَّهُمْ كَذَّبُوا بِآيَاتِنَا وَكَانُوا عَنْهَا غَافِلِينَ

“...Kalau pun mereka melihat setiap tanda (kekuasaan-Ku) mereka tetap tidak akan beriman kepadanya. Dan jika mereka melihat jalan yang membawa kepada petunjuk, mereka tidak (akan) menempuhnya, tetapi jika mereka melihat jalan kesesatan, mereka menempuhnya…”. (al-A’raf: 146)

• Semua ajaran Islam, bila dilaksanakan dengan benar, membuat dada menjadi lapang. Demikian pula sebaliknya. Ini sekaligus bisa menjadi alat ukur sejauh mana komitment kita dengan ajaran-ajaran Islam:

فَمَنْ يُّرِدِ اللّٰهُ اَنْ يَّهْدِيَهٗ يَشْرَحْ صَدْرَهٗ لِلْاِ سْلَا مِ ۚ وَمَنْ يُّرِدْ اَنْ يُّضِلَّهٗ يَجْعَلْ صَدْرَهٗ ضَيِّقًا حَرَجًا كَاَ نَّمَا يَصَّعَّدُ فِى السَّمَآءِ ۗ كَذٰلِكَ يَجْعَلُ اللّٰهُ الرِّجْسَ عَلَى الَّذِيْنَ لَا يُؤْمِنُوْنَ

"Barang siapa dikehendaki Allah akan mendapat hidayah (petunjuk), Dia akan melapangkan dadanya untuk (menerima) Islam. Dan barang siapa dikehendaki-Nya menjadi sesat, Dia jadikan dadanya sempit dan sesak, seakan-akan dia (sedang) mendaki ke langit. Demikianlah Allah menimpakan siksa kepada orang-orang yang tidak beriman." (Al-An'am: 125)

Saturday, 17 June 2023

Fiqh Allughah (من فقه اللغة)

1. الجَاريَةُ
الجَاريَةُ : الأَمَة وإِنْ كانت عجوزاً.
و الجَاريَةُ الفَتِيَّة من النساء.
و الجَاريَةُ الشَّمْسُ.
و الجَاريَةُ السَّفينةُ.
وفي التنزيل العزيز: الحاقة آية 11حَمَلْنَاكُمْ فِي الجَارِيَةِ ) ) .
و الجَاريَةُ الرِّيحُ. والجمع : جَوَارٍ.
      1 - صيغة المؤنَّث لفاعل جرَى1 وجرَى2/ جرَى إلى/ جرَى لـ
        • الأحداث الجارية: الحادثة، الواقعة، - صدقة جارية: متَّصلة، يستمر ثوابها حتى بعد وفاة صاحبها إلى يوم القيامة.
        2 - خادِمة، أَمَة :-جارية أمينة.
        3 - فتيَّة من النِّساء.
        4 - سفينة، باخرة :- {إِنَّا لَمَّا طَغَى الْمَاءُ حَمَلْنَاكُمْ فِي الْجَارِيَةِ} .
        • الجواري الكُنَّس: الكواكب السّيّارة، أو هي النُّجوم كلّها :- {فَلاَ أُقْسِمُ بِالْخُنَّسِ. الْجَوَارِ الْكُنَّسِ} .
        المعجم: اللغة العربية المعاصر

2. الشدة
شدة الجوع تسمّى: مسغبة (ذي مسغبة)
شدة الندامة تسمّى: الحسرة (وأنذرهم يوم الحسرة)
شدة القتل تسمّى: الحِسّ (إذ تُحِسُّونَهم)
شدة الجزع تسمّى: الهَلَع (خُلِق هلوعًا)
شدة الحزن تسمّى: البثّ (إنما أشكو بثّي)
شدة التعب تسمّى: النَّصَب
(لقد لقينا من سفرنا هذا نصبًا)
 
2. الفرق بين الخاطئ والمخطئ
يقول علماء اللغة في معنى الخاطئ: هو الذي تعمد الخطأ من الفعل: (خطئ)، ويقولون في معنى المخطئ: هو الذي لا يتعمد الخطأ، بل جاء الخطأ منه عفوا دون قصد من الفعل (أخطأ)، ما الدليل من كتاب الله تعالى في الحالتين؟ قوله تعالى في المعنى الأول: {وَلا طَعامٌ إِلَّا مِنْ غِسْلِينٍ* لا يَأْكُلُهُ إِلَّا الْخاطِؤُنَ} [الحاقة: 37، 38] وقوله تعالى في المعنى الأول: {إِنَّ فِرْعَوْنَ وَهامانَ وَجُنُودَهُما كانُوا خاطِئِينَ} [القصص: 8] وقوله تعالى في المعنى الثاني: {وَلَيْسَ عَلَيْكُمْ جُناحٌ فِيما أَخْطَأْتُمْ بِهِ وَلكِنْ ما تَعَمَّدَتْ قُلُوبُكُمْ} [الأحزاب: 5] وقوله أيضا: {رَبَّنا لا تُؤاخِذْنا إِنْ نَسِينا أَوْ أَخْطَأْنا} [البقرة: 286]
 

Tuesday, 6 June 2023

من أقوال السلف في الدنيا


بقلم عبد الهادي بن صالح محسن الربيعي

الحمد لله والصلاة والسلام على نبينا محمد وآله وصحبه، وبعد:
فهذه بعض أقوال السلف رضي الله عنهم في شأن الدنيا وموقف المؤمن منها.

قال أبو بكر الصديق - رضي الله عنه -: إن الله تبارك وتعالى فاتح عليكم، فلا تأخذُن منها إلا بلاغًا.

وقال عمر بن الخطاب - رضي الله عنه -: وإذا عرض لك أمران: أحدهما لله والآخر للدنيا، فآثر نصيبك من الآخرة على نصيبك من الدنيا، فأن الدنيا تنفد والآخرة تبقى.

وقال عثمان بن عفَّان - رضي الله عنه -: الدنيا خضرة، قد شُهِّيَتْ إلى الناس، ومال إليها كثيرٌ منهم، فلا تركنوا إلى الدنيا، ولا تثقوا بها، فإنها ليست بثقة، واعلموا أنها غير تاركة إلَّا من تركها.

وقال علي بن أبي طالب - رضي الله عنه -: (ارتحلت الدنيا مدبرة، وارتحلت الآخرة مقبلة، ولكل منهما بنون، فكونوا من أبناء الآخرة، ولا تكونوا من أبناء الدنيا. فإن اليوم عمل ولا حساب، وغدًا حساب ولا عمل)؛ أخرجه البخاري.

وقيل لعلي بن أبي طالب - رضي الله عنه -: صف لنا الدنيا؟

فقال: ما أصف من دار أولها عناء وآخرها فناء حلالها حساب، وحـرامها عقاب، من استغنى فيها فـتـن، ومـن افـتـقـر فـيهـا حـزن.


وكان ابنُ عمرَ - رضِي اللهُ عنهما - يقول: إذا أصبحتَ فلا تنتظِرِ المساءَ، وإذا أمسيْتَ فلا تنتظِرِ الصَّباحَ، وخُذْ من صِحَّتِك لمرضِك، ومن حياتِك لموتِك.


وقـال ابـن مـسـعـود - رضي الله عنه -: ليـس أحـد إلا وهـو ضـيـف على الدنيا وماله عـاريـة، فـالـضـيـف مـرتـحـل والـعـاريـة مـردودة.


وقال لقمان الحكيم لابنه‏:‏ يا بني، بعْ دنياك بآخرتك تربحهما جميعًا، ولا تبع آخرتك بدنياك تخسرهما جميعًا‏.‏



وقال الحسـن الـبـصـري - رحمه الله تعالى -: مـن نافـسـك في دينـك فـنـافـســه، ومـن نافـسـك في دنيـاك فـألـقـهـا فـي نـحـره.


وذكرت الدنيا عند الحسن البصري رحمه الله فقال‏:‏

الدنيا أحلام نوم أو كظل زائل 
وإن اللبيب بمثلها لا يخدع 


وقال الإمـام الـشـافـعـي - رحـمـه الله تعالى -:

مـن غلبت عليــه شــدة الـشـهـوة لحب الحـياة، ألـزمـته العـبـوديـة لأهـلهـا، ومـن رضي بالقـنـوع زال عنه الخضوع.


وقال الفضيل - رحمه الله -‏:‏

لو كانت الدنيا من ذهب يفنى والآخرة من خزف يبقى، لكان ينبغي لنا أن نختار خزفًا يبقى على ذهب يفنى‏.‏

وقال شيخ الإسلام ابن تيمية - رحمه الله -: ليس في الدنيا نعيمٌ يشبه نعيم الآخرة إلا نعيم الإيمان

وقال ابن القيم - رحمه الله -: من لاح له كمال الآخرة هان عليه فراق الدنيا.

وقال حاتم الأصم رحمه الله: مثل الدنيا كمثل ظلِّك إن طلبته تباعد وإن تركتَه تتابَع.

وقال وهب بن منبِّه رحمه الله: (مَثَلُ الدُّنيا والآخرةِ مثلُ ضَرَّتَين إن أَرْضَيتَ إحداهما أَسْخَطتَ الأُخَرى).

وقال بعض السلف: "إنَّ الدنيا إذا كست أوكست، وإذا حلت أوحلت، وإذا غلت أوغلت، فإياك إياك".

ومن نظر في جميع نصوص الوحيين وأقوال السلف الصالحين، أدرك أن ما ورد في ذم الدنيا ليس المقصود منه ذم الحياة أو الأرض أو الزمان، ولكن المقصود ذم العمل السيء فيها والانشغال بها عن طاعة الله تعالى، فالدنيا مزرعة الآخرة ومضمار سباق المتقين إلى جنات النعيم، وإنما غلب وصف الذم على الدنيا وكثُر التحذير منها؛ لأن حال أكثر الناس التلهي والانشغال بها عن الآخرة.


قال ابن عباس في تفسير قول الله تعالى: ﴿ إِنَّمَا الحَيَاةُ الدُّنْيَا لَعِبٌ وَلَهْوٌ ﴾، هذه حياة الكافر؛ لأنه يكون فيها في غرور وباطل، وأما حياة المؤمن فتنطوي على أعمال صالحة، فلا تكون لهوًا ولا لعبًا.

وقال سعيد بن جبير- رحمه الله تعالى - في الدنيا:

(متاعُ الغُرورِ ما يُلْهِيكَ عن طَلبِ الآخرةِ، وما لم يُلْهِكَ فليسَ مَتاعَ الغُرورِ، ولكنّه بَلاغٌ إلى ما هو خَيرٌ منه).

وقال ابن رجب - رحمه الله -:

واعلم أنَّ الذمَّ الوارد في الكتاب والسُّنَّة للدُّنيا ليس هو راجعًا إلى زمانها الذي هو اللَّيل والنَّهار، ولا إلى مكان الدُّنيا الذي هو الأرض، التي جعلها الله لبني آدم مِهادًا وسكنًا، فإنَّ ذلك كُلَّه مِنْ نعمة الله على عباده، وإنَّما الذَّمُّ راجعٌ إلى أفعال بني آدمَ الواقعةِ في الدُّنيا؛ لأنَّ غالبَها واقعٌ على غير الوجه الذي تُحمَدُ عاقبتُه، بل يقعُ على ما تضرُّ عاقبتُه أو لا تنفع". ا. هـ.

وقال ابن الجوزي - رحمه الله تعالى -:

"واعلم أن خلقًا كثيرًا سمعوا ذم الدنيا ولم يفهموا المذموم، وظنوا أن الإشارة إلى هذه الموجودات التي خلقت للمنافع من المطاعم والمشارب، فأعرضوا عما يصلحهم منها فتجففوا فهلكوا، ولقد وضع الله جل وعلا في الطباع توقان النفس إلى ما يصلحها، فكلما تاقت منعوها ظنًّا منهم أن هذا هو المراد، وجهلًا بحقوق النفس، وعلى هذا أكثر المتزهدين"؛ [غذاء الألباب في شرح منظومة الآداب 2 /547].

وقال ابن القيم - رحمه الله -:

الدنيا في الحقيقة لا تُذَمُّ، وإنما يُتوجه الذمُّ إلى فعل العبد فيها، ولكن لَمَّا غلبتْ عليها الشهوات والحظوظ، والغفلة والإعراض عن الله والدار الآخرة، فصار هذا هو الغالب على أهلها وما فيها، وهو الغالب على اسمها، صار لها اسم الذم عند الإطلاق، وإلا فهي مَبْنَى الآخرةِ ومزرعتُها، وفيها اكتسبتْ النفوسُ الإيمان، ومعرفةَ الله ومحبتَه وذكرَه ابتغاء مرضاته، وخيرُ عيش ناله أهل الجنة في الجنة، إنما كان بما زرعوه فيها، وكفى بها مدحًا وفضلًا". ا. هـ.


رابط الموضوع: https://www.alukah.net/sharia/0/150414/%D9%85%D9%86-%D8%A3%D9%82%D9%88%D8%A7%D9%84-%D8%A7%D9%84%D8%B3%D9%84%D9%81-%D9%81%D9%8A-%D8%A7%D9%84%D8%AF%D9%86%D9%8A%D8%A7/#ixzz83tMpnbcQ

Wednesday, 22 March 2023

Kumpulan Doa Sehari-Hari

 Agama Islam merupakan agama yang indah. Dalam agama islam juga mengajarkan doa-doa sebelum melakukan kegiatan maupun setelah melakukan kegiatan, seperti doa sebelum tidur, doa bangun tidur, doa sebelum makan, doa sesudah makan, doa masuk wc doa keluar dari wc dan masih banyak lagi. yang merupakan doa-doa yang di baca sehari-haBerikut ini merupakan kumpulan doa sehari-hari beserta latin dan artinya yang bisa dihafalkan dan juga diamalkan.

1. Doa Sebelum Makan

اَللّٰهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِيْمَا رَزَقْتَنَا وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

Alloohumma barik lanaa fiimaa razatanaa waqinaa 'adzaa bannar

Artinya: "Ya Allah, berkahilah kami dalam rezeki yang telah Engkau berikan kepada kami dan peliharalah kami dari siksa api neraka"


2. Doa Sesudah Makan

اَلْحَمْدُ ِللهِ الَّذِىْ اَطْعَمَنَا وَسَقَانَا وَجَعَلَنَا مُسْلِمِيْنَ

Alhamdu lillaahil ladzii ath'amanaa wa saqoonaa wa ja'alnaa muslimiin

Artinya: "Segala puji bagi Allah yang telah memberi makan kami dan minuman kami, serta menjadikan kami sebagai orang-orang islam"


3. Doa Sesudah  Minum

اَلْحَمْدُ ِللهِ الَّذِىْ جَعَلَهُ عَذْبًا فُرَاتًا بِرَحْمَتِهِ وَلَمْ يَجْعَلْهُ مِلْحًا اُجَاجًا بِذُنُوْبِنَا

Alhamdu lillaahil ladzi ja'alahuu 'adzbam furootam birohmatihii wa lamyaj'alhu milhan ujaajam bidzunuubinaa

Artinya: "Segala puji bagi Allah yang telah menjadikan air ini (minuman) segar dan menggiatkan dengan rahmat-Nya dan tidak menjadikan air ini (minuman) asin lagi pahit karena dosa-dosa kami"


4. Doa Ketika Makan Lupa Membaca Doa

بِسْمِ اللهِ فِىِ أَوَّلِهِ وَآخِرِهِ

Bismillaahi fii awwalihi wa aakhirihi

Artinya: "Dengan menyebut nama Allah pada awal dan akhirnya"


5. Doa Sebelum Tidur

بِسْمِكَ االلّٰهُمَّ اَحْيَا وَبِاسْمِكَ اَمُوْتُ

Bismikallaahuma ahyaa wa bismika amuutu

Artinya: "Dengan menyebut nama-Mu, Ya Allah, aku hidup dan dengan menyebut nama-Mu aku mati"


6. Doa Sebelum Tidur

بِسْمِكَ اللّٰهُمَّ اَحْيَا وَاَمُوْتُ

Bismikallohumma ahya wa amuutu

Artinya: "Dengan menyebut nama-Mu ya Allah, aku hidup dan aku mati".


7. Doa Ketika Mimpi Buruk

اَللّٰهُمَّ إِنّىِ أَعُوْذُ بِكَ مِنْ عَمَلِ الشَّيْطَانِ وَسَيِّئاَتِ اْلأَحْلاَمِ

Allaahumma innii a'uudzubika min 'amalisy syaithaani wa sayyiaatil ahlami

Artinya: "Ya Allah, sesungguhnya aku mohon perlindungan kepada Engkau dari perbuatan setan dan dari mimpi-mimpi yang buruk"


8. Doa Keluar Kamar Mandi



غُفْرَانَكَ


Ghuf-raanak


“Ya Allah, hamba memohon ampunan Mu”


9. Doa Ketika Mendapat Mimpi Baik

اَلْحَمْدُ ِللهِ الَّذِيْ قَضَى الْحَاجَاتِ

Alhamdulillahil ladzii qodhol haajaati

Artinya: "Segala puji bagi Allah yang telah memberi hajatku"


10. Doa Bangun Tidur

اَلْحَمْدُ ِللهِ الَّذِىْ اَحْيَانَا بَعْدَمَآ اَمَاتَنَا وَاِلَيْهِ النُّشُوْرُ

Alhamdu lillahil ladzii ahyaanaa ba'da maa amaa tanaa wa ilahin nusyuuru

Artinya : "Segala puji bagi Allah yang telah menghidupkan kami sesudah kami mati (membangunkan dari tidur) dan hanya kepada-Nya kami dikembalikan"


11. Doa Masuk Kamar Mandi Atau Toilet

اَللّٰهُمَّ اِنّىْ اَعُوْذُبِكَ مِنَ الْخُبُثِ وَالْخَبَآئِثِ

Alloohumma Innii a'uudzubika minal khubutsi wal khoaaitsi

Artinya: "Ya Allah, aku berlindung pada-Mu dari godaan syetan  laki-laki dan setan perempuan"


12. Doa Istinja

اَللّٰهُمَّ حَسِّنْ فَرْجِىْ مِنَ الْفَوَاخِشِ وَظَهِّرْ قَلْبِيْ مِنَ النِّفَاقِ

Alloohumma thahhir qolbii minan nifaaqi wa hashshin fajrii minal fawaahisyi

Artinya : "Wahai Tuhanku, sucikanlah hatiku dari sifat kepura-puraan (munafiq) serta peliharalah kemaluanku dari perbuatan keji"


13. Doa Keluar Kamar Mandi Atau Toilet

غُفْرَانَكَ الْحَمْدُ ِللهِ الَّذِىْ اَذْهَبَ عَنّى اْلاَذَى وَعَافَانِىْ

Ghufraanaka. Alhamdulillaahil ladzii adzhaba ‘annjil adzaa wa’aafaanii.

Artinya: "Dengan mengharap ampunanMu, segala puji milik Allah yang telah menghilangkan kotoran dari badanku dan yang telah menyejahterakan."


14. Doa Menjelang Sholat Shubuh

اَللّٰهُمَّ اِنِّى اَعُوْذُ بِكَ مِنْ ضِيْقِ الدُّنْيَا وَضِيْقِ يَوْمِ الْقِيَامَةِ

Alloohumma inni a'udzubika min dzhiiqid-dunyaa wa dzhiiqi yaumal-qiyaamati

Artinya: "Ya Allah! Sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari kesempitan dunia dan kesempitan hari kiamat. (HR. Abu Daud)"


15. Doa Menyambut Pagi hari

اَللّٰهُمَّ بِكَ اَصْبَحْنَا وَبِكَ اَمْسَيْنَا وَبِكَ نَحْيَا وَبِكَ نَمُوْتُ وَاِلَيْكَ النُّشُوْرُ

Alloohumma bika ashbahnaa wa bika amsainaa wa bika nahyaa wa bika namuutu wa ilaikan nusyuuru

Artinya : "Ya Allah, karena Engkau kami mengalami waktu pagi dan waktu petang, dan karena Engkau kami hidup dan mati dan kepada-Mu juga kami akan kembali."


16. Doa Menyambut Sore Hari

اَللّٰهُمَّ بِكَ اَمْسَيْنَا وَبِكَ اَصْبَحْنَا وَبِكَ نَحْيَا وَبِكَ نَمُوْتُ وَاِلَيْكَ الْمَصِيْرُ

Alloohumma bika amsainaa wa bika ashbahnaa wa bika nahyaa wa bika namuutu wa ilaikal mashiir

Artinya : "Ya Allah, karena Engkau kami mengalami waktu petang dan waktu pagi, karena Engkau kami hidup dan mati dan kepada-Mu juga kami akan kembali."


17. Doa Ketika Bercermin

اَلْحَمْدُ ِللهِ كَمَا حَسَّنْتَ خَلْقِىْ  فَحَسِّـنْ خُلُقِىْ

Alhamdulillaahi kamaa hassanta kholqii fahassin khuluqii

Artinya: "Segala puji bagi Allah, baguskanlah budi pekertiku sebagaimana Engkau telah membaguskan rupa wajahku"


18. Doa Masuk Rumah

اَللّٰهُمَّ اِنّىْ اَسْأَلُكَ خَيْرَالْمَوْلِجِ وَخَيْرَالْمَخْرَجِ بِسْمِ اللهِ وَلَجْنَا وَبِسْمِ اللهِ خَرَجْنَا وَعَلَى اللهِ رَبّنَا تَوَكَّلْنَا

Allahumma innii as-aluka khoirol mauliji wa khoirol makhroji bismillaahi wa lajnaa wa bismillaahi khorojnaa wa'alallohi robbina tawakkalnaa

Artinya: "Ya Allah, sesungguhnya aku mohon kepada-Mu baiknya tempat masuk dan baiknya tempat keluar dengan menyebut nama Allah kami masuk, dan dengan menyebut nama Allah kami keluar dan kepada Allah Tuhan kami, kami bertawakkal"


Doa Keluar Rumah / Doa Bepergian


بِسْمِ اللهِ تَوَكَّلْتُ عَلَى اللهِ لاَحَوْلَ وَلاَقُوَّةَ اِلاَّ بِالله

Bismillaahi tawakkaltu 'alalloohi laa hawlaa walaa quwwata illaa bilaahi


Artinya: "Dengan menyebut nama Allah aku bertawakal kepada Allah, tiada daya kekuatan melainkan dengan pertologan Allah."


Doa Memakai Pakaian


بِسْمِ اللهِ اَللّٰهُمَّ اِنِّى اَسْأَلُكَ مِنْ خَيْرِهِ وَخَيْرِ مَاهُوَ لَهُ وَاَعُوْذُبِكَ مِنْ شَرِّهِ وَشَرِّمَا هُوَلَهُ

Bismillaahi, Alloohumma innii as-aluka min khoirihi wa khoiri maa huwa lahuu wa'a'uu dzubika min syarrihi wa syarri maa huwa lahuu


Artinya: "Dengan nama-Mu yaa Allah akku minta kepada Engkau kebaikan pakaian ini dan kebaikan apa yang ada padanya, dan aku berlindung kepada Engkau dari kejahatan pakaian ini dan kejahatan yang ada padanya"


Doa Memakai Pakaian Baru


اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِىْ كَسَانِىْ هَذَا وَرَزَقَنِيْهِ مِنْ غَيْرِ حَوْلٍ مِنِّىْ وَلاَقُوَّةٍ

Alhamdu lillaahil ladzii kasaanii haadzaa wa rozaqoniihi min ghoiri hawlim minni wa laa quwwatin


Artinya: "Segala puji bagi Allah yang memberi aku pakaian ini dan memberi rizeki dengan tiada upaya dan kekuatan dariku"


Doa Melepas Pakaian


بِسْمِ اللهِ الَّذِيْ لاَ إِلَهَ إِلَّا هُوَ

Bismillaahil ladzii laa ilaaha illaa huwa


Artinya: "Dengan nama Allah yang tiada Tuhan selain-Nya"


Doa Memohon Ilmu Yang Bermanfaat



اَللّٰهُمَّ اِنِّى اَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا وَرِزْقًا طَيِّبًا وَعَمَلاً مُتَقَبَّلاً

Alloohumma innii as-aluka 'ilmaan naafi'aan wa rizqoon thoyyibaan wa 'amalaan mutaqobbalaan


Artinya: "Ya Allah, sesungguhnya aku mohon kepada-Mu ilmu yang berguna, rezki yang baik dan amal yang baik Diterima. (H.R. Ibnu Majah)"


Doa Sebelum Belajar


يَارَبِّ زِدْنِىْ عِلْمًا وَارْزُقْنِىْ فَهْمًا

Yaa robbi zidnii 'ilman warzuqnii fahmaa


Artinya : "Ya Allah, tambahkanlah aku ilmu dan berikanlah aku rizqi akan kepahaman"


Doa Sesudah Belajar


اَللّٰهُمَّ اِنِّى اِسْتَوْدِعُكَ مَاعَلَّمْتَنِيْهِ فَارْدُدْهُ اِلَىَّ عِنْدَ حَاجَتِىْ وَلاَ تَنْسَنِيْهِ يَارَبَّ الْعَالَمِيْنَ

Allaahumma innii astaudi'uka maa 'allamtaniihi fardud-hu ilayya 'inda haajatii wa laa tansaniihi yaa robbal 'alamiin


Artinya : "Ya Allah, sesungguhnya aku menitipkan kepada Engkau ilmu-ilmu yang telah Engkau ajarkan kepadaku, dan kembalikanlah kepadaku sewaktu aku butuh kembali dan janganlah Engkau lupakan aku kepada ilmu itu wahai Tuhan seru sekalian alam."


Doa Berpergian



اَللّٰهُمَّ هَوِّنْ عَلَيْنَا سَفَرَنَا هَذَا وَاطْوِعَنَّابُعْدَهُ اَللّٰهُمَّ اَنْتَ الصَّاحِبُ فِى السَّفَرِوَالْخَلِيْفَةُفِى الْاَهْلِ

Alloohumma hawwin 'alainaa safaranaa hadzaa waatwi 'annaa bu'dahu. Alloohumma antashookhibu fiissafari walkholiifatu fiil ahli


Artinya: "Ya Allah, mudahkanlah kami berpergian ini, dan dekatkanlah kejauhannya. Ya Allah yang menemani dalam berpergian, dan Engkau pula yang melindungi keluarga."


Doa Naik Kendaraan


 

سُبْحَانَ الَّذِىْ سَخَّرَلَنَا هَذَا وَمَاكُنَّالَهُ مُقْرِنِيْنَ وَاِنَّآ اِلَى رَبِّنَا لَمُنْقَلِبُوْنَ

Subhaanalladzii sakkhara lanaa hadza wama kunna lahu muqriniin wa-inna ilaa rabbina lamunqalibuun.


Artinya : "Maha suci Allah yang telah menundukkan untuk kami (kendaraan) ini. padahal sebelumnya kami tidak mampu untuk menguasainya, dan hanya kepada-Mu lah kami akan kembali "


Doa Naik Kapal


بِسْمِ اللهِ مَجْرَهَا وَمُرْسَهَآاِنَّ رَبِّىْ لَغَفُوْرٌرَّحِيْمٌ

Bismillaahi majrahaa wa mursaahaa inna robbii laghofuurur rohiim


Artinya : "Dengan nama Allah yang menjalankan kendaraan ini berlayar dan berlabuh, sesungguhnya Tuhanku benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang"


Doa Ketika Sampai di Tempat Tujuan

اَلْحَمْدُ ِللهِ الَّذِى سَلَمَنِى وَالَّذِى اَوَنِى وَالَّذِى جَمَعَ الشَّمْلَ بِ

Alhamdulillahil ladzi sallamani wal ladzi awani wal ladzi jama’asy syamla bi.


Artinya:"Segala puji bagi Allah, yang telah menyelamatkan akau dan yang telah melindungiku dan yang mengumpulkanku dengan keluargaku."


Doa Ketika Menuju Masjid


اَللّٰهُمَّ اجْعَلْ فِىْ قَلْبِى نُوْرًا وَفِى لِسَانِىْ نُوْرًا وَفِىْ بَصَرِىْ نُوْرًا وَفِىْ سَمْعِىْ نُوْرًا وَعَنْ يَسَارِىْ نُوْرًا وَعَنْ يَمِيْنِىْ نُوْرًا وَفَوْقِىْ نُوْرًا وَتَحْتِىْ نُوْرًا وَاَمَامِىْ نُوْرًا وَخَلْفِىْ نُوْرًا وَاجْعَلْ لِّىْ نُوْرًا

Alloohummaj-'al fii qolbhii nuuroon wa fii lisaanii nuuroon wa fii bashorii nuuroon wa fii sam'ii nuuroon wa'an yamiinii nuuroon wa'an yasaarii nuuroon wa fauqii nuuroo wa tahtii nuuroo wa amaamii nuuroon wa khofii nuuroon waj-'al lii nuuroon


Artinya : "Ya Allah, jadikanlah dihatiku cahaya, pada lisanku cahaya dipandanganku cahaya, dalam pendengaranku cahaya, dari kananku cahaya, dari kiriku cahaya, dari atasku cahaya, dari bawahku cahaya, dari depanku cahaya, belakangku cahaya, dan jadikanlah untukku cahaya." (H.R. Bukhari dan Muslim)


Doa Masuk Masjid


اَللّٰهُمَّ افْتَحْ لِيْ اَبْوَابَ رَحْمَتِكَ

Allahummaf tahlii abwaaba rohmatik


Artinya: "Ya Allah, bukalah untukku pintu-pintu rahmat-Mu"


Doa Keluar Masjid


اَللّٰهُمَّ اِنِّى اَسْأَلُكَ مِنْ فَضْلِكَ

Allahumma innii asaluka min fadlik


Artinya: "Ya Allah, sesungguhnya aku memohon keutamaan dari-Mu"


Doa Akan Membaca Al-Qur'an


اَللّٰهُمَّ افْتَحْ عَلَىَّ حِكْمَتَكَ وَانْشُرْ عَلَىَّ رَحْمَتَكَ وَذَكِّرْنِىْ مَانَسِيْتُ يَاذَاالْجَلاَلِ وَاْلاِكْرَامِ

Alloohummaftah 'alayya hikmataka wansyur 'alayya rohmataka wa dzakkirnii maanasiitu yaa dzal jalaali wal ikhroomi


Artinya : "Ya Allah bukakanlah hikmahMu padaku, bentangkanlah rahmatMu padaku dan ingatkanlah aku terhadap apa yang aku lupa, wahai Dzat yang memiliki keagungan dan kemuliaan."


Doa Setelah Membaca Al-Qur'an


اَللّٰهُمَّ ارْحَمْنِىْ بِالْقُرْآنِ. وَاجْعَلْهُ لِىْ اِمَامًا وَنُوْرًا وَّهُدًى وَّرَحْمَةً. اَللّٰهُمَّ ذَكِّرْنِىْ مِنْهُ مَانَسِيْتُ وَعَلِّمْنِىْ مِنْهُ مَاجَهِلْتُ. وَارْزُقْنِىْ تِلاَ وَتَهُ آنَآءَ اللَّيْلِ وَاَطْرَافَ النَّهَارٍ. وَاجْعَلْهُ لِىْ حُجَّةً يَارَبَّ الْعَالَمِيْنَ

Allahummarhamnii bil qur'aani. waj'alhu lii imaaman wa nuuran wa hudan wa rohman. Allahumma dzakkirnii minhu maa nasiitu wa'allimnii minhu maa jahiltu. wazuqnii tilaa watahu aanaa-al laili wa athroofan nahaari. waj'alhu lii hujjatan yaa robbal 'aalamiina.


Artinya : "Ya Allah, rahmatilah aku dengan Al-Quran yang agung, jadikanlah ia bagiku ikutan cahaya petunjuk rahmat. Ya Allah, ingatkanlah apa yang telah aku lupa dan ajarkan kepadaku apa yang tidak aku ketahui darinya, anugerahkanlah padaku kesempatan membacanya pada sebagian malam dan siang, jadikanlah ia hujjah yang kuat bagiku, wahai Tuhan seru sekalian alam."


Doa Niat Wudhu


نَوَيْتُ الْوُضُوْءَ لِرَفْعِ الْحَدَثِ اْلاَصْغَرِ فَرْضًا لِلّٰهِ تَعَالَى

Nawaitul whudu-a lirof'il hadatsii ashghori fardhon lillaahi ta'aalaa


Artinya : "Saya niat berwudhu untuk menghilangkan hadast kecil fardu (wajib) karena Allah ta'ala"


Doa Setelah Wudhu

اَشْهَدُ اَنْ لاَّاِلَهَ اِلاَّاللهُ وَحْدَهُ لاَشَرِيْكَ لَهُ وَاَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًاعَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَللّٰهُمَّ اجْعَلْنِىْ مِنَ التَّوَّابِيْنَ وَاجْعَلْنِىْ مِنَ الْمُتَطَهِّرِيْنَ، وَجْعَلْنِيْ مِنْ عِبَادِكَ الصَّالِحِيْنَ

Asyhadu allaa ilaaha illalloohu wahdahuu laa syariika lahu wa asyhadu anna muhammadan ‘abduhuuwa rosuuluhuu, alloohummaj’alnii minat tawwaabiina waj’alnii minal mutathohhiriina, waj'alnii min 'ibadikash shaalihiina.

Artinya:"Aku bersaksi, tidak ada Tuhan selain Allah Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya, dan aku mengaku bahwa Nabi Muhammad itu adalah hamba dan Utusan Allah. Ya Allah, jadikanlah aku dari golongan orang-orang yang bertaubat dan jadikanlah aku dari golongan orang-orang yang suci dan jadikanlah aku dari golongan hamba-hamba Mu yang shaleh"


Doa akan Mandi (Bukan Mandi Wajib)

اَللّٰهُمَّ اغْفِرْلِى ذَنْبِى وَوَسِّعْ لِى فِىْ دَارِىْ وَبَارِكْ لِىْ فِىْ رِزْقِىْ

Alloohummaghfirlii dzambii wa wassi'lii fii daarii wa baarik lii fii rizqii

Artinya : "Ya Allah ampunilah dosa kesalahanku dan berilah keluasaan di rumahku serta berkahilah pada rezekiku"


Doa Untuk Kedua Orang Tua

اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِيْ وَلِوَالِدَيَّ وَارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِيْ صَغِيْرَا

Alloohummaghfirlii waliwaalidayya warham humma kamaa rabbayaa nii shaghiiraa
Artinya: "Wahai Tuhanku, ampunilah aku dan kedua orang tuaku (Ibu dan Bapakku), sayangilah mereka seperti mereka menyayangiku diwaktu kecil"

Saturday, 18 March 2023

Puasa

Defenisi puasa
Secara bahasa
Menurut istilah
Kapan puasa disyariatkan?
Hukum puasa Ramadhan
Dalil wajibnya puasa
Hikmah puasa

Rukun Puasa 
1. Niat
2. Menahan diri dari makan dan minum, dan hal-hal yang membatalkan puasa, dari waktu fajar sampai waktu magrib 

Niat Puasa
Aku berniat puasa Ramadhan, besok, karena Allah SWT
I intent to fast Ramadan, tomorrow, for Allah

Doa berbuka puasa
اللَّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ
“Allahumma laka shumtu wa 'ala rizqika afthartu"
"Ya Allah, aku berpuasa hanya untuk-Mu dan aku berbuka dengan rezeki-Mu" (Diriwayatkan oleh Abu Dawud di dalam Sunan Abu Dawud).

Sunnah-sunnah puasa
Puasa-puasa sunnah

Hal-hal yang membatalkan puasa
1. Makan dan minun dengan sengaja. 
2 Berhubungan badan (sex) dengan sengaja (walaupun tidak sampai keluar sperma) 
3. Muntah dengan sengaja. 
4. Haidh/menstruasi dan nifas 
5. Mengeluarkan sperma dengan sengaja baik dengan cara onani/masturbasi ataupun dengan bercumbu dengan istri. 
6. Memakan atau menelan apa saja yang bukan yang lazim di makan dengan sengaja, seperti plastik dan sebagainya. 
7. Berniat membatalkan shaumnya di siang hari. 
8. Dengan demikian dia sudah batal shaumnya kendati dia tidak makan atau minum.

Hal-hal yang menghapus pahala puasa
Hal-hal yang boleh dilakukan dalam berpuasa

Monday, 6 March 2023

8 Pintu Rezeki

 1. Bertakwa

2. Tawakkal

3. Sedekah dan Berinfaq

4. Beristighfar

5. Silatur Rahim

6. Menikah

7. Berdoa

8. Bersyukur


Tuesday, 28 February 2023

Rukun Shalat (Ada 13)

Rukun shalat ada 13. 

1. Niat

2. Takbiratul Ihram

3. Berdiri bagi yang mampu

4. Membaca Surat Al-Fatihah

5. Ruku' dengan tuma'ninah

6. I'tidal dengan tuma'ninah

7. Sujud dengan tuma'ninah(dua kali)

8. Duduk di Antara Dua Sujud dengan tuma'ninah

9. Duduk Tahiyyat Akhir

10. Membaca Tahiyyat Akhir

11. Membaca Shalawat Atas Nabi Muhammad SAW

12. Salam yang pertama

13. Tertib 

=====

Rukun shalat ada 13. Inilah yang wajib dilakukan dalam shalat. Jika tidak dilakukan maka harus diulang, Jika tidak maka shalatnya tidak sah.

1. Niat

Dalam sholat fardhu, wajib Qashdu al-fi'li (menyengaja sholat) dan ta'yin (menentukan jenis sholat contoh: dzuhur). Dalam sholat sunnah, terkait kewajiban Qashdu al-fi'li dan ta'yin, harus menentukan waktu atau sebab, misalnya menyengaja shalat Dhuha.

2. Takbiratul Ikhram

Rukun sholat yang kedua adalah takbiratul ikhram dengan membaca "Allahu Akbar".

3. Berdiri bagi yang mampu

Disyaratkan harus berdiri dengan punggung tegak lurus. Jika ia hanya bisa berdiri seperti orang yang sedang ruku', maka menurut Qaul Shahih, ia boleh berdiri seperti itu. Kemudian, apabila ia tidak mampu berdiri, maka boleh sholat sambil duduk iftirasy (duduk model tasyahud awal). Lebih utama baginya daripada duduk tarabbu' (bersila). Sedangkan duduk model iq'a' (duduk di atas kedua pantat sambil menegakkan kedua lutut) hukumnya makruh.

4. Membaca Surat Al-Fatihah

Seseorang wajib membaca surat Al-Fatihah, termasuk juga basmalah serta bacaan-bacaan tasydid al-Fatihah yang berjumlah 13 tasydid.

5. Ruku' dengan tuma'ninah

Standar minimal rukuk ialah membungkuk sekira kedua telapak tangan sampai pada lutut. Ruku' harus dilakukan secara tuma'ninah, yaitu sekira gerakan bangun dari ruku' sudah terpisah dari gerakan turun menuju ruku'.

Berikut ini bacaan saat rukuk:

سُبْحَانَ رَبِّىَ الْعَظِيمِ

Bacaan latin: Subhaana robbiyal 'adziimi wabihamdih (sebanyak 3 kali.)

Artinya: "Maha Suci Tuhan yang Maha Agung serta memujilah aku kepadaNya."

6. I'tidal dengan tuma'ninah

I'tidal yaitu bangun dari ruku' dengan cara berdiri tegak serta tuma'ninah, dan tidak berniat selain i'tidal.

سَمِعَ اللَّهُ لِمَنْ حَمِدَهُ

Bacaan latin: Sami'allaahu liman hamidah

Artinya: "Allah maha mendengar terhadap orang yang memujinya."

Setelah berdiri tegak, lalu membaca:

رَبَّنَا وَلَكَ الْحَمْدُ ، حَمْدًا كَثِيرًا طَيِّبًا مُبَارَكًا فِيهِ


Bacaan latin: Robbanaa lakal hamdu mil us samawaati wamil ul ardhi wamil u maa syi'ta min syain ba'du.

Artinya: "Ya Allah tuhan kami, bagimu segala puji sepenuh langit dan bumi, dan sepenuh sesuatu yang engkau kehendaki sesudah itu."

7. Sujud dengan tuma'ninah(dua kali)

Standar minimal sujud ialah dengan tata cara sebagian dahi menempel pada lantai tempat sholat. Kemudian, dalam sujud juga wajib meletakkan kedua tangan, kedua lutut, dan kedua ujung telapak kakinya pada lantai. Berat kepala harus tertumpu pada lantai dan tidak boleh berniat selain sujud (Thuma'ninah).

Berikut bacaan sujud:

سُبْحَانَ رَبِّىَ الْأَعْلَى وَبِحَمْدِهِ

Bacaan latin: Subhaana robbiyal a'la wabihamdih (3x)

Artinya: "Maha Suci Tuhan yang Maha Tinggi serta memujilah aku kepadanya."

8. Duduk di Antara Dua Sujud dengan tuma'ninah

Standar sempurna duduk di antara dua sujud ialah dilakukan dengan bertakbir, duduk secara iftirasy (duduk model tasyahud awal).

Berikut bacaannya:

رَبِّ اغْفِرْ لِى وَارْحَمْنِى وَاجْبُرْنِى وَارْزُقْنِى وَارْفَعْنِى

Bacaan latin: Robbighfirlii warhamnii wajburnii warfa'nii warzuqnii wahdinii wa'aafinii wa'fu 'annii.

Artinya: "Ya Allah ampunilah dosaku, belas kasihanilah aku, cukupkanlah segala kekurangan dan angkatlah derajatku, berilah rezeki kepadaku, berilah aku petunjuk, berilah kesehatan kepadaku dan berilah ampunan kepadaku."

9. Duduk Tahiyyat Akhir

10. Membaca Tahiyyat Akhir

Ada dua bacaan tasyahud yaitu tasyahud awal dan akhir. Berikut bacaan tasyahud awal ialah:

Bacaan tahiyyat akhir:

التَّحِيَّاتُ الْمُبَارَكَاتُ الصَّلَوَاتُ الطَّيِّبَاتُ لِلَّهِ السَّلاَمُ عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبِىُّ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ السَّلاَمُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللَّهِ الصَّالِحِينَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِاَ . للَّهُمَّ صَلِّ عَلىَ مُحَمَّدٍ

Bacaan latin: Attahiyyaatul mubaarokaatush sholawaatuth thoyyibaatu lillaah. Assalaamu 'alaika ayyuhan nabiyyu wa rohmatullahi wa barokaatuh. Assalaaamu'alainaa wa 'alaa 'ibaadillaahish shoolihiin. Asyhadu allaa ilaaha illallah wa asyhadu anna Muhammadar rosuulullah. Allahumma sholli 'alaa Muhammad.

Artinya: "Segala penghormatan, keberkahan, salawat dan kebaikan hanya bagi Allah. Semoga salam sejahtera selalu tercurahkan kepadamu wahai nabi, demikian pula rahmat Allah dan berkah-Nya dan semoga salam sejahtera selalu tercurah kepada kami dan hamba-hamba Allah yang saleh. Aku bersaksi bahwa tiada tuhan kecuali Allah dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah. Ya Allah, berilah rahmat kepada Nabi Muhammad."

11. Membaca Shalawat Atas Nabi Muhammad SAW

Membaca shalawat atas Nabi Muhammad SAW pada tasyahud akhir hukumnya wajib, sedangkan pada tasyahud awal hukumnya sunnah. Pada tasyahud akhir kita perlu membaca bacaan tasyahud awal dan kemudian dilanjutkan dengan bacaan tambahan sebagai berikut:

Bacaan shalawat

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلىَ مُحَمَّدٍ وَعَلىَ آلِ مُحَمَّدٍ كَماَ صَلَّيْتَ عَلىَ إِبْرَاهِيْمَ وَعَلىَ آلِ إِبْرَاهِيْمَ إِنـَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ اَللَّهُمَّ باَرِكْ عَلىَ مُحَمَّدٍ وَعَلىَ آلِ مُحَمَّدٍ كَماَ باَرَكْتَ عَلىَ إِبْرَاهِيْمَ وَعَلىَ آلِ إِبْرَاهِيْمَ إِنـَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ

Bacaan latin: Allahumma sholli 'alaa Muhammad wa 'alaa aali Muhammad kamaa shollaita 'alaa Ibroohim wa 'alaa aali Ibroohimm innaka hamiidum majiid. Alloohumma baarik 'alaa Muhammad wa 'alaa aali Muhammad kamaa baarokta 'alaa Ibroohim wa 'alaa aali Ibroohimm innaka hamiidum majiid.

Artinya: "Ya Allah, berilah rahmat kepada Nabi Muhammad dan keluarga Nabi Muhammad sebagaimana engkau telah memberikan rahmat kepada Nabi Ibrahim dan keluarga Nabi Ibrahim. Sesungguhnya engkau maha terpuji lagi maha mulia. Ya Allah, berilah keberkahan kepada Nabi Muhammad dan keluarga Nabi Muhammad sebagaimana engkau telah memberikan keberkahan kepada Nabi Ibrahim dan keluarga Nabi Ibrahim. Sesungguhnya engkau maha terpuji lagi maha mulia."

12. Salam yang pertama

13. Tertib 

Dilakukan sesuai dengan urutan di atas (in order)


Sunday, 26 February 2023

Doa Belajar

  اَللَّهُمَّ فَقِّهْنِيْ فِى الدِّيْنَ، وَعَلِّمْنِي التَّأْوِيْلَ

Ya Allah mudahkanlah aku memahami agama ini (Islam) dan ajarkan aku takwil